Minggu, 23 Agustus 2009

PELEPASAN 2009


Entah apa lagi yang harus aku katakan padamu, semua sudah pada puncaknya dan kembali mereda.
Ribuan permohonan, sembah sujud sampai pada kata-kata yang bisa dikatakan tak lagi pantas dan pengorbanan yang menyesakan dada tak pernah dapat menyentuh hati dan pikiranmu.
Kalau aku sekarang diam bukan berarti aku tidak lagi memikirkanmu lagi tapi aku bertekad untuk melepaskanmu seperti apa maumu.
Aku tanamkan pengertian pada diriku sendiri bahwa jika tulang itu sudah tercipta bengkok bagaimana mungkin aku bisa meluruskannya, kuterima ini semua sebagai suratan yang tak bisa kuhindari, nasib atau takdir aku tak peduli , jangan ajak aku berfikir rumit karena sungguh aku ingin menenangkan pikiranku.
Banyak hal yang diinginkan oleh manusia tetapi tidak semua hal dapat diraih, dan aku berterima kasih kepada orang tuaku yang telah mendidikku sehingga aku terbiasa untuk tidak tamak ,dan aku sudah terbiasa untuk tidak selalu memiliki sekalipun aku menginginkannya , aku berterima kasih kepada kakakku yang banyak memberikan teladan sehingga aku bisa memilih diam, dan mensyukuri saja apa yang sudah ada.
Semoga kau mengerti dan terima kasih atas semua yang telah kau berikan padaku.