Sabtu, 30 Januari 2010

Tentang Aku




Aku menyadari bahwa diriku sangat jauh dari sempurna, namun dari hari ke hari aku berusaha untuk menjadi lebih baik.
Mungkin sebagian orang menilai aku tidak terlalu manja dan sebagian lagi menilai aku terlalu egois atau mungkin ada yang menilai aku ceplas-ceplos , suka bercanda,tidak berfikir panjang alias grusa grusu, boros, kadang kelihatan angkuh dan segudang penilaian negatif yang sama sekali tak membuatku kaget, hehehe karena memang begitulah aku ini. Dan sedikit sekali kebaikanku yaaa aku tak pernah membeda-bedakan teman , aku bisa berteman dengan siapa saja.
Diusiaku yang tidak dapat dibilang muda lagi aku lebih berkonsentrasi pada pendidikan anak-anakku mempersiapkan mereka untuk menjadi manusia yang merdeka dan berguna.
Akbar, Cica, dan Kiki adalah buah hatiku , aku berharap mereka bertiga dapat menyelesaikan pendidikannya dengan baik dan kelak dapat menemukan pekerjaan sesuai dengan impiannya.
Akbar , anak pertamaku adalah sosoknya calm, memiliki hobbi membaca dan kemandirian untuk belajar, sekarang hampir menyelesaikan kuliahnya di PNJ /UI Depok jurusan tehnik telekomunikasi, dia sejak kecil sangat interes dengan IT aku berharap kelak dia bisa menjadi pakar IT.
Buah hatiku yang ke 2 adalah Cica anak yang lincah, enerjik dan smart , sekarang kuliah di ITB tahun pertama di fakultas elektro/informatika dan rajin berlatih Capuera melihat anak gadisku sama halnya melihat impianku, sekalipun dia sudah beranjak dewasa dia tetaplah putri kecilku, aku suka harum tubuhnya begitu juga sebaliknya. Satu hal yang kukagumi dari anak gadisku adalah semangatnya yang selalu menggelora, aku berharap kebahagiaan selalu melingkupinya.
Kiki anak bungsuku masih di SMP kelas 8, senang membaca dan sangat menyayangi binatang , hobby membacanya membuat isi kepalanya sarat dengan berbagai informasi terutama tentang IPTEK dan sejarah perang sehingga gurunya menjuluki si otak perang. Kiki cenderung manja namun aku melihat dia memiliki potensi yang luar biasa dan sangat dahsyat.
Banyak hal dalam hidupku yang telah membentuk karakterku, pengaruh dari orang tua yang cukup streng sejak aku masih sangat kecil dan saudara-saudaraku yang cukup banyak menjadikan aku terlihat keras dan kadang tertutup walaupun dalam beberapa hal terlihat ceplas-ceplos dan masa bodoh aku sangat mudah tersentuh oleh penderitaan orang lain, dan aku beruntung hidup dalam lingkungan yang selalu mensuport dan penuh rasa kekeluargaan. Sampai saat ini aku masih sangat merasakan perhatian dari ke 7 saudaraku sekalipun hanya sekali-sekali saja bertemu.
Perjalanan hidup tiap manusia tentulah penuh liku , ada cerita sedih, suka , lucu, konyol , kacau , patah hati, ada pengorbanan sekaligus kekecewaan yang menyakitkan ,ada heroik yang membanggakan ,ada kekonyolan yang memalukan, ada roman percintaan dan persahabatan yang menentramkan hati, semua aku syukuri sebagai rahmat yang dapat membesarkan jiwaku, aku berharap hari-hariku mendatang aku akan menjadi lebih bermanfaat bagi anak-anakku, muridku, dan semua teman-temanku, mungkin juga lingkunganku.





1 komentar:

  1. Itulah sebuah keluarga kalau sudah berkumpul memang sangat mengasyikan bisa saling tukar cerita,mereka yang sudah dewasa tentunya banyak pengertian......aku tahu mungkin hampir sama, setiap anak2 kalau menginginkan sesuatu pasti tidak secara langsung, anak2 akan menceritakan sesuatu dulu dan akhirnya akan meminta.....disini peranan orang tua mesti pengertian dan seharusnyalah mempersiapkan kebutuhan yang mereka perlukan....itupun kalau ada....sudah ah...lupa lagi apa yg akan kukomentari. salam.

    BalasHapus